Banyak Hoax dan kebohongan publik yang "menipu" dan "menggegerkan" masyarakat kita, kita seperti dengan mudah kehilangan logika dan akal sehat hingga terkagum-kagum pada kebohongan-kebohongan itu, logika kita tertutup oleh sensasi dan histeria massa terhadap kebohongan itu. Parahnya beberapa dari kebohongan-kebohongan itu, justru mendapat dukungan dari lembaga-lembaga tinggi yang ikut-ikutan "histeris", mulai dari Universitas Ternama hingga Kepresidenan.
Berikut saya himpun kembali dari beberapa sumber beberapa hoax yang pernah menghebohkan masyarakat Indonesia dari dulu hingga sekarang
3. Banyugeni Joko Suprapto
Read more »
Berikut saya himpun kembali dari beberapa sumber beberapa hoax yang pernah menghebohkan masyarakat Indonesia dari dulu hingga sekarang
- Raja Idrus dan Ratu Markonah
Pada tahun 1950-an, pada masa pemerintah Presiden Soekarno . seseorang mengaku sebagai Raja Kubu, suku anak dalam di Jambi. Tidak tanggung-tanggung, dia memberi gelar dirinya Raja Idrus dan istrinya Ratu Markonah.2. Janin Ajaib Cut Zahara Fona
Pasangan 'suami istri' itu, entah bagaimana prosesnya, mendapat pemberitaan pers, termasuk foto-foto keduanya. Maka, sejumlah pejabat negara memberikan penghormatan luar biasa pada 'raja' dan 'ratu' tersebut. Kehebohan muncul karena Raja dan Ratu itu mengungkapkan kehidupan primitifnya yang antara lain makanannya mencakup ular dan biawak hingga sang ratu yang selalu memakai kacamata hitam
Rupanya ada seorang pejabat yang menghubungi Presiden Soekarno dan kemudian memperkenalkannya. Kala itu Bung Karno memang sedang membutuhkan dukungan rakyat untuk membebaskan Irian Barat yang masih dikuasai Belanda. Maka Soekarno pun mengundang Idrus dan Markonah ke Istana Merdeka. Di istana, tentu saja keduanya mendapat sambutan dan dijamu layaknya tamu terhormat. Tidak ketinggalan mereka juga diberi uang untuk misi membantu pembebasan Irian Barat. Bahkan diberitakan mereka menginap dan makan gratis di hotel selama berminggu-minggu.
Namun kenyataan sering kali tidak seindah harapan. Fakta berbicara lain tentang Raja dan Ratu unik tersebut. Idrus dan Markonah yang dianggap raja dan ratu yang bisa membantu Indonesia membebaskan Irian Barat ternyata hanya penipu kelas kakap. Kedok mereka terbongkar saat suami istri itu jalan-jalan di sebuah pasar di Jakarta.
"Saat itu ada tukang becak yang mengenali Idrus, karena Idrus itu ternyata tukang becak. Dari sinilah wartawan melakukan investigasi dan membongkar kedok penipu itu. Markonah ternyata seorang pelacur kelas bawah di Tegal, Jawa Tengah. Lucu itu, presiden kok bisa tertipu,” beber Anhar Gonggong yang kemudian tertawa terkekeh.
Anhar menganalisa, Soekarno bisa tertipu Idrus dan Markonah karena ia sedang mencari dukungan rakyat untuk proyek pembebasan Irian Barat. Selain itu juga, karena sebagai pemimpin, Bung Karno ingin menunjukkan dirinya dekat dengan rakyat. "Itu penyakit pemimpin kita, selalu ingin kelihatan dekat dengan rakyat," ulas Anhar.
Pada masa Soeharto, di era 1970-an , juga terjadi penipu kelas kakap. Penipunya bernama Cut Zahara Fona, asal Aceh. Meski tidak tamat SD, dia memiliki ide jenius. Dia, yang selalu mengenakan kain batik, mengklaim bahwa janin yang ada diperutnya bisa berbicara dan mengaji.Karuan saja, kabar itu menggegerkan masyarakat, apalagi diberitakan secara luas di surat kabar dan majalah. Konon, tiras sebuah harian ibukota terdongkrat naik, karena tiap hari membuat berita tentang 'bayi ajaib' di perut Cut Zahara.Masyarakat yang banyak berdatangan pun rela untuk nguping di perutnya yang dilapisi kain untuk mendengar 'bayi ajaib' itu berbicara atau mengaji. Bukan hanya rakayat biasa, ada juga pejabat yang meyakininya. Termasuk Wakil Presiden Adam Malik yang mengundang Cut Zahara ke Istana Wapres. Bahkan, Menteri Agama KH Mohamad Dachlan termasuk orang yang meyakininya. Untuk meyakininya, ia menyatakan bahwa Imam Syafi'ie selama tiga tahun berada di kandungan ibunya.Cut Zahara Fona dan suaminya pernah diperkenalkan oleh Sekdalopbang (Sekretaris Pengendalian Pembangunan) Bardosono kepada Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto. Perkenalan ini dilakukan di Bandara Kemayoran setelah keduanya tiba dari lawatan luar negeri. Tapi, rupanya Ibu Tien termasuk orang yang kurang yakin terhadap 'bayi ajaib'-nya Cut Zahara Fona. Apalagi wanita Aceh itu menolak ketika hendak diperiksa di RSCM.Konon, Ibu Tienlah yang menggeledah dan mendapatkan bahwa bicara dan mengaji itu hanya berasal dari tape recorder kecil yang disisipkan di perut Cut Zahara. Kala itu memang belum banyak perekam suara sekecil milik Cut.Meskipun kedoknya terbongkar, 'bayi ajaib' tersebut bukan hanya mendapat perhatian masyarakat Indonesia, tapi juga dunia internasional. Hingga ada permintaan dari Pakistan agar Cut dan suaminya berkunjung ke sana. Bahkan, ada yang meramal 'bayi ajaib' itu, bila lahir akan menjadi Imam Mahdi.
3. Banyugeni Joko Suprapto
Seorang pria asal Nganjuk, Joko Suprapto, mengaku bisa memproduksi minyak mentah dari air. Dari biang minyak itu bisa dihasilkan bahan bakar sekelas minyak tanah hingga avtur.
Presiden SBY yakin itu merupakan sumbangan Indonesia bagi dunia, di tengah makin meroketnya harga minyak. Sementara, negara dibikin pusing tujuh keliling oleh dampak dari kenaikan itu. Karuan saja, sejumlah pihak, termasuk para ilmuwan, menyesalkan informasi yang belum valid bisa diterima oleh SBY. Kabarnya Joko dilaporkan ke polisi.Prediksi pakar teknologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bahwa proyek blue energy banyugeni karya warga Nganjuk, Jawa Timur, Joko Suprapto yang telah dipatenkan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Ditjen HAKI Dephuk HAM dengan nomor 00.2008. 004866, adalah proyek penipuan. Untuk itu, UMY telah melaporkan Joko Suprapto ke kepolisian daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hal itu terungkap dalam keterangan pers yang disampaikan Wakil Badan Pengurus Harian (BPH) UMY, Ir HM Dasron Hamid MSc, Rektor UMY Dr Khoiruddin Bashori, Kepala BHK UMY Ahmad Ma'ruf SE MSi, Kepala PKBH UMY Mochtar Zuhdi SH serta Direktur PT Mentari Prima Karsa (MPK) Ir Riang Indartoro di kantor PT MPK di Kasihan, Bantul, Jumat.
Disebutkan, setelah dilakukan pembongkaran pembangkit listrik oleh PT MPK, sebuah badan usaha milik UMY yang diberi kewenangan melakukan telaah teknis Pembangkit Listrik Mandiri (PLM) 'Jodipati' pada Kamis (12/6), didapati kenyataan bahwa beton yang diklaim sebagai pembangkit dengan daya tiga mega watt ternyata hanya kotak terbuat dari plat border 1 mm dan dicor, dua variac, welding cable (kabel las), isolasi putih, tulangan besi galvanis 6 mm.
Bahkan kabel hanya dipasang dengan isolasi di ujung-ujungnya, tanpa sambungan. Secara teknis tidak layak disebut sebagai pembangkit listrik. PLM 'Jodipati' sebagai kelengkapan Banyugeni yang berupa kotak berukuran 60 x 60 x 90 cm tersebut ternyata hanya akal-akalan Joko Suprapto dalam mencari uang.
''Setelah ada pembongkaran dan penelitian serta telaah akademis, kami menyimpulkan penelitian banyugeni serta pembangkit ini tidak layak diteruskan,'' tandas juru bicara UMY, Ade Maaruf.
Ade juga menceritakan, pernah tersebar isu bahwa kalau box itu sampai dibongkar akan meledak dan menimbulkan radiasi. Untuk memastikannya, UMY meminta bantuan tenaga ahli dari Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) untuk mendeteksi ada tidaknya bahan peledak dan radiasi di dalam bongkahan beton. Ternyata nihil. Apa yang ditemukan bukanlah karya besar, namun kebohongan besar.
Dikatakan Dasron Hamid, jajaran BPH dan kampus sebenarnya sudah curiga sejak beberapa waktu lalu ketika tim peneliti yang mengaku dapat membuat pembangkit listrik tenaga mandiri serta banyugeni tidak dapat membuktikan penelitiannya.
''Kerugian mungkin lebih dari Rp 1 miliar, namun untuk lebih pastinya nanti akan ada hitungan dari Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) yang sekaligus akan mengajukan gugatan perdata dan pidana,'' ujar Dasron.
Sementara itu, Rektor UMY Dr Khoiruddin Bashori juga bertekat akan mengajukan tuntutan kepada tim yang membawa proyek banyugeni tersebut.
Sementara, berkait penyelesaian masalah hukum, BPH telah menunjuk Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UMY sebagai kuasa hukum. Karena dalam hal ini terdapat aspek pidana penipuan, UMY juga akan melaporkan Joko Suprapto ke Polda DIY.
Hal lain, UMY juga akan roadshow ke daerah-daerah untuk melakukan klarifikasi karena Tim Banyugeni sudah melakukan roadshow ke beberapa daerah.
4. Eko Ramaditya Adikara, si bloger tunanetra
Kendati mengalami keterbatasan, Rama memiliki sederet prestasi yang harus diacungi jempol. Lelaki 29 tahun tersebut menjadi komposer musik untuk game-game bikinan perusahaan asal Jepang, Nintendo. Karya-karyanya, antara lain, game Super Mario Galaxy dan Final Fantasy VII. "Ini aku tunjukin contohnya," kata lantas menyalakan komputer.
Mengagumkan bukan ? tunggu dulu , baca kelanjutannya.
Eko Ramaditya Adikara, bloger tunanetra, membuat pengakuan mengejutkan. Ia mengaku telah melakukan kebohongan publik saat mengatakan bahwa dia menciptakan sejumlah musik untuk game Jepang. blogger tuna netra itu membuat pengakuan mengejutkan. Di sebuah situs Game (Kotakgame.com) ia menyatakan telah melakukan kebohongan publik.Kebohongan yang telah dilakukan Rama adalah mengaku sebagai komposer asli musik game Jepang, seperti Super Mario Galaxy, Xenogears, FF Orgins. Ia menyatakan bahwa tidak benar dirinya yang membuat semua komposisi musik itu. Karena ia hanya memberi nama kembali file komposisi musik itu alias me-rename sebagai hasil karyanya.Skandal ini terbongkar setelah “karyanya” ditelusuri dalam forum diskusi online para gamer. Salah seorang peserta diskusi yang curiga kemudian memaparkan temuan mengejutkan. Kesimpulannya semua karya Rama adalah jiplakan. Rama pun tak bisa berkilah karena ada bukti kuat bahwa karya-karya yang diklaim Rama sudah lama beredar dan diakui di jagat Games.Dan puncaknya tanggal 10 Agustus lalu Rama bersaksi di depan sejumlah awak Kotakgame serta memberikan pernyataan di atas materai bahwa ia telah melakukan kebohongan publik. Ia minta maaf atas kesalahannya dan berjanji tidak akan mengklaim lagi semua yang pernah ia akui selama ini.Membuat kebohongan publik adalah salah satu kesalahan Rama yang tak termaafkan. Apalagi ia dengan sempurna selama ini membohongi pembaca surat kabar, pemirsa tv hingga para blogger sebagai penyandang tuna netra berprestasi hebat. Bahkan Kick Andy, program talk show di Metro TV menobatkannya sebagai salah seorang pemuda berprestasi. Nah, lho!Meski Rama telah membuat pengakuan di atas materai, yang mengherankan ia masih tampil sebagai sosok berprestasi di acara 17-an di Tv One selasa lalu. Hmm…apa coba prestasinya? Apa karena telah sukses membohongi jutaan orang dengan kisah menakjubkannya?Saya tak habis pikir bagaimana bisa jutaan orang dikibuli seorang Rama? Sebelumnya saya pernah kagum atas ‘prestasinya’ yang saya baca di berbagai media, bahkan Kompas pun pernah menurunkan artikelnya di halaman belakang yang biasa diisi tulisan inspiratif itu. Selain media cetak, media elektronika pun banyak menayangkan sepak terjangnya, bahkan menobatkannya sebagai pemuda berprestasi. Konon selain sebagai blogger, komposer game, Rama juga pernah menjadi kontributor lepas detikcom untuk bidang IT serta motivator para penyandang tuna netra. Jadi kebayang kan berapa banyak pihak yang telah sukses dikibuli Rama.
5. Salingsapa.com, Anak SMP yang membuat Social Networking

Untuk kasus ini , bapak si bocah sudah melakukan banyak klarifikasi, berkali-kali ganti tulisan di webnya, namun hal itu tidak bisa menutupi kebohongannya dari para blogger dan programmer yang sebelumnya sempat kagum oleh Anak SMP yang sebelumnya mengaku membuat sendiri social networking tersebut.Muhammad Yahya Harlan mencuat namanya karena mengklaim membuat sendiri social networking bernama salingsapa.com, namun setelah beberapa kali dilihat, terlihat bahwa salingsapa.com menggunakan enggine CMS Jcow untuk social networking dengan tema facebook, mirip sekali dengan yang digunakan oleh kayakiye.com

Bocah SMP itu malah sempat diundang untuk mengisi kuliah umum di ITB dan saya menyaksikan ketika disiarkan langsung oleh TV One.
Harusnya bocah itu tidak mengklaim membuat sendiri, namun mengembangkan, hal ini jelas cukup melanggar kode etik dan merendahkan profesi programmer. bapak si bocah pun terkesan mencari pembenaran dengan mengaku sudah membeli lisensi, namun dari hasil pengecekan seorang blogger setelah klarifikasi tersebut ternyata masihnihil, baru malamnya terdaftar sebagai pembeli lisensi di JCow.
Entah berapa rupiah yang harus dikeluarkan untuk menutupi kebohongan tersebut, yang mungkin tidak akan terjadi jika sebelumnya bocah itu tidak mengklaim sebagai pembuat, tapi sebagai pengembang dan tidak menghapus tag JCow di footernya. karena pengguna Internet saya rasa cukup cerdas untuk membedakan antara membuat dan mengembangkan, Media saja yang terlalu berlebihan.
6. ARTAV, antivirus bikinan anak SMP
ARTAV-IS adalah Anti Virus sekaligus Internet Security yang katanya dibikin oleh bocah kelas 2 SMP 48 Bandung bernama Arrival Dwi Sentosa. Stelah munculnya AV ini , progamer dan pecinta software komputer sempat dihebohkan dengannya. Namun tidak disangka ternyata dibalik oengakuan "AV bikinan bocah kelas 2 SMP" ini banyak sekali kejanggalan-kejanggalan yang membuat kebohongan publik.
Artav, anti virus besutan bocah kelas 2 SMP, sempat dituding menjiplak kode aplikasi anti virus lain. Sang pembuat, yang masih doyan main game dan internetan tersebut, pun mengakui dan meminta maaf atas perbuatannya.
"Sebelumnya Saya Minta maaf jika pada ARTAV Antivirus saya tidak mencantumkan credit title Moh Aly Shodiqin (Pembuat al Virus Scan) dalam ARTAV Antivirus saya menggunakan Fitur Quarantine, Registry Tweak dan Sound Warning dari al Virus Scan," tulis Arrival Dwi Sentosa, dalam situsnya.
Jika ditilik lebih dalam, memang terdapat beberapa persamaan antara anti virus Artav dengan Al Virus scan. Mulai dari sistem notifikasinya, sistem scanning, quarantine, dan registry tweak. Hanya saja, Artav memiliki tampilan yang lebih bersahabat dengan icon yang lucu.
Ketika disambangi detikINET, Kamis (17/2/2011), bocah yang akrab disapa Ival itu, berjanji untuk memperbaiki kesalahannya dengan menampilkan nama pembuat kode pada versi Artav selanjutnya.
"Nanti di versi ARTAV Antivirus yang terbaru akan saya cantumkan credit title Moh Aly Shodiqin (Pembuat al Virus Scan) di Program ARTAV. Sekali lagi saya berterimakasih pada Moh Aly Shodiqin yang sudah memberikan izin fitur quarantine dan support kepada saya untuk tetap mengembangkan ARTAV Antivirus ini," tulis Ival.
Sebelumnya, bocah pelajar SMP Negeri 48 Bandung ini mengaku bahwa ia dan kakaknya bekerjasama membuat Artav.
"Saya yang membuat programnya, kakak yang membuat desainnya. Saya tidak bisa mendesain. Desain Artav saat ini kakak yang membuatnya. Bagus ngga?," katanya, kepada detikINET beberapa waktu lalu.
Artav, terbukti menggunakan source code dari software lain bertajuk Al Antivirus. Pun demikian, kedua aplikasi tersebut menggunakan engine hasil keroyokan dari berbagai programmer di seluruh dunia.
Dalam dunia open source memang mengizinkan para programmer untuk memodifikasi aplikasi tertentu agar memiliki fungsi atau tampilan yang lebih baik. Namun tetap saja, ada aturan main yang wajib dilakukan sebelum memodifikasi suatu aplikasi. Seperti pencantuman nama pembuat terdahulu.
"Di Al VirusScan sudah ada credit-nya, jadi yang bukan milik ane tak kasih credit ke pembuat kodenya,. Karena memang seperti itu etikanya," ujar Moh Aly Shodiqin, pembesut Al VirusScan
Artav adalah salah satu contoh aplikasi yang dikembangkan berdasarkan Al Antivirus yang bersifat open source. Namun yang disayangkan adalah, sang pembuat tidak mencantumkan nama engine atau pemilik kode sebelumnya.
Ketika membuat Al VirusScan, Shodiqin pun mengaku tidak membuat dari nol, ia mengkombinasikan beberapa kode dan engine dari aplikasi lainnya yang juga bersifat open source.
"(Sumbernya) hampir dari seluruh dunia, tapi engine-nya Al VirusScan based on Avigen3 dari founder VBBego yakni Mas Puji," tambah Shodiqin, kepada detikINET.
Meski dibuat bedasarkan engine yang sudah ada, namun Shodiqin terbilang melakukan perubahan yang cukup besar di Al VirusScan. Seperti mengembangkan engine yang sudah ada, fungsi quarantine, restore dan lainnya.
7. Aktifasi otak tengah GMC, bisa melihat dgn mata tertutup
Ini mungkin bisa jadi pelajaran yang sangat berharga untuk para orangtua untuk bisa menghargai kemampuan anak apa adanya, jangan memaksakan kehendak dan tergiur menjadikan anak menjadi jenius.
langsung saja masuk ke grup FB menggugat GMC Indonesia, kepanjangan kalau saya tulis disini...hehehe.. (https://www.facebook.com/pages/Menggugat-GMC-Genius-Mind-Consultancy-Indonesia/136540899711671?sk=info)
Itu yang berasal dari dalam negeri, banyak pula Hoax dari Luar negeri yang membutakan logika banyak orang karena histerianya,antara lain penemuan kapal nabi nuh, penemuan tengkorak raksasa, fenomena sup janin di china, facebook tutup 15 maret dan masih banyak lagi.
Lalu apakah kita ini termasuk masyarakat yang suka dibohongi ?, berkacalah dengan kutipan yang saya paparkan diatas, berkacalah dengan banyaknya Reality Show Hoax murahan di TV, berkacalah dengan setiap harinya muncul acara "Fake Music Show" yang menyajikan musisi lipsinc, sedangkan lipsinc adalah sebuah kebohongan. bahkan di China ada hukum yang melarang lipsinc karena dianggap kebohongan publik.
Jadi berhentilah mengedepankan sensasi, gunakan akal sehat, jangan terlalu percaya pada media sebelum ada bukti yang menguatkan. Jangan jadi masyarakat yang suka dibohongi.
Lalu apakah kita ini termasuk masyarakat yang suka dibohongi ?, berkacalah dengan kutipan yang saya paparkan diatas, berkacalah dengan banyaknya Reality Show Hoax murahan di TV, berkacalah dengan setiap harinya muncul acara "Fake Music Show" yang menyajikan musisi lipsinc, sedangkan lipsinc adalah sebuah kebohongan. bahkan di China ada hukum yang melarang lipsinc karena dianggap kebohongan publik.
Jadi berhentilah mengedepankan sensasi, gunakan akal sehat, jangan terlalu percaya pada media sebelum ada bukti yang menguatkan. Jangan jadi masyarakat yang suka dibohongi.
12:29
widh s widodo



Subscribe
widh on Facebook